Menyapih

Gelak tawamu membuatku bahagia selalu

Tiada lelah ku tersenyum mengamatimu meniru

Memijat lembut punggungmu adalah kegemaranku

Demikian juga menyisir rambutmu yang berpotongan lucu

 

Pengucapanmu yang belum sempurna mengajarku sabar memahami

Lantang berhitung satu sampai sepuluh kadang berantakan membuatku geli

Menyebut satu-persatu anggota tubuh bukan kesulitanmu lagi

Apalagi jika mempertontonkan kebolehanmu menyanyi dan menari

 

Gadis kecilku, maafkan aku jika kamu tak mengenaliku sejak lima hari yang lalu

Aku harus menolak tegas semata-mata demi kebaikanmu

Jika saja kau tahu betapa pilu hatiku mendengarmu menjerit, merayu dan menangis untuk menyusu

Kamu tidak boleh tahu itu karena sikap mandiri, tabah dan patuh yang kuinginkan darimu

 

Tahukah kamu bahwa belajar menjadi ibu yang benar, tidak cukup hanya asa tapi juga usaha

Dan menjadi ibu terbaik untukmu adalah hal yang selalu kupanjatkan dalam do’a

Sungguh aku menyadari bahwa perbedaan dibalik banyak persamaan kita akan semakin terlihat kelak ketika kamu beranjak dewasa

Semoga itu akan menjadi peneguh ikatan di antara kita dalam warna-warni cinta

 

Hari ini dalam masa prihatin, genap dua tahun usiamu

Aku belum juga yakin menemukan hadiah yang sesuai dengan keinginanmu

Namun aku ingin kau tahu bahwa aku akan selalu menjaga sepuluh janji di puisi pertamaku untukmu

Akhirnya dengan diiringi segala do’a yang terbaik kuucapkan selamat ulang tahun, cintaku …

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s