Selamanya Tetap Begitu

Tidak terasa empat tahun sudah aku menjadi ibumu

Penuh pengalaman indah, unik dan lucu

Terkadang perasaan deg-degan cemas muncul menggodaku

Demikian juga cengeng mendadak karena terharu

 

Bertambah lagi kepandaianmu setahun belakangan ini

Mulai gandrung menulis dan memperbaiki tulisan bolak-balik hingga rapi

Memgeja lantang dua huruf – dua huruf juga kau minati

Terpenting menggunakan popok ketika pup sambil bersembunyi di belakang tirai sudah terhenti

 

Kini mengucapkan terimakasih dengan tulus sudah menjadi kebiasaan

Memohon maaf dan mengakui kesalahan juga berani kau lakukan

Termasuk menerima dengan tabah jika dihukum berhitung, menyanyi atau berdiri di pojokan

Kau juga selalu meminta izinku dahulu apabila ditawari kudapan

 

Namun dari semua itu pangkimku

Aku bangga karena kau tekun menjalani beberapa kegemaranmu

Sejujurnya awal-awal aku meragukanmu

Bahkan menggunakan batas 3 bulan untuk melihat kesungguhanmu

 

Ternyata semangatmu tetap tinggi di kelas balet, musik dan mengaji

Aku ingat menjelang konser piano pertamamu yang singkat bagaimana aku khawatir sendiri

Lucunya seorang ibu peserta lain berterimakasih padaku karena kemampuanmu memotivasi

Kau telah berhasil membujuk anak laki-lakinya yang demam panggung dengan merangkulnya lembut dan hati-hati

 

Cerita menjadi lain ketika kau mengagumi kakak kelasmu yang cantik rupawan

Keberanian dan kecerdikannya juga membuatmu menjadi pengikutnya tanpa beban

Namun ternyata dia kasar dan sering main perintah menggunakan kesempatan

Aku menangkap peristiwa itu ketika mengabadikan acara sekolahmu tanpa niatan

 

Cukup lama aku membujukmu untuk berhenti mengikuti idolamu itu

Kumulai dari menonjolkan kelebihanmu agar juga merasa diri ayu

Memperkenalkan empat teman perempuan di kelasmu satu per satu yang ternyata semuanya pemalu

Hingga mengiming-imingimu dengan hadiah agar berani melawan si pujaanmu

 

Alangkah senangnya aku ketika kau melapor sepulang sekolah suatu hari

Dengan nada kesal kau berjanji tidak akan bermain dengannya lagi

Aku berlagak menjadi pendengarmu yang tenang padahal ingin lompat menari

Namun sedih juga setelah tahu dia mempermalukanmu di depan teman-temannya dengan mengusirmu pergi

 

Sejak saat itu engkau asyik dengan kelasmu dan mengenal semua nama teman

Mungkin terlalu melindungimu memang tidak baik namun aku hanya ingin di sekolah kau merasa aman

Juga ketika dewasa tidak dihantui pengalaman jelek pelecehan

Ada saatnya nanti kau akan tahu menjadi ibu itu terkadang seperti bermain layangan

 

Aku juga banyak mendengarkan pengasuhmu

Meskipun usianya menjelang dewasa namun sikapnya masih lugu

Beruntung lah kita karena memiliki dia yang jujur dan memelihara rasa malu

Juga setia menemanimu mengaji dan bermain di mushola bersama teman-temanmu

 

Sayangku, di hari spesialmu ini

Aku dan ayahmu sudah merencanakan hadiah dari jauh-jauh hari

Kebetulan sepeda roda tigamu sudah rusak dan kami berniat mengganti

Semoga kau menyukainya walaupun jumlah rodanya tidak tiga lagi

 

Maafkan aku yang masih sering tidak sabar dengan daya kritismu sewaktu menjawab pertanyaan

Maafkan aku yang terkadang mencubit pantatmu jika menolak permintaan

Maafkan aku yang selalu “miyumiyumiyu” kalau kau melakukan kesalahan

Maafkan aku yang masih harus banyak belajar untuk menjadi ibu yang tauladan

 

Penuh puji syukur kuucapkan selamat ulang tahun untukmu

Terimakasih sudah menceriakan, menyemangati juga memaknai hidupku

Aku mencintaimu dan selamanya tetap begitu

Doaku yang baik-baik akan selalu menyertai langkahmu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s