Kepergian Kakekmu

Lima tahun usiamu di hari ini

Bayi bersemangatku yang gemar menjerit dan menyanyi

Kini menjadi gadis kecil yang aktif dan pemberani

Sungguh lima tahun yang penuh kejutan namun selalu kusyukuri

 

Panggilanmu begitu banyak dari Wortel hingga Bambi

Bahkan tante-tantemu memanggilmu Casper dan Cuvi

Semua itu sempat membuatmu abai jika dipanggil Sophie

Hingga suatu hari kau menyebut dirimu Ovi

 

Bukan Ofi yang lebih umum untuk lidah kita

Namun dengan huruf v yang diucapkan berat dan beda

Seperti panggilan sayang dari salah satu tantemu juga

Ovi pun jadi lebih sering dipakai selain panggikan Fovi dari sahabatmu Cia

 

Setahun ini begitu banyak peristiwa

Menari bersama teman sanggar di panggung istana anak di bulan tiga

Mengikuti festival musik sebagai bagian marching band  dua bulan berikutnya

Lalu di bulan Juni lulus ujian piano dan juga masuk TK

 

Aku juga mendaftarkanmu di kelas bela diri

Untuk menjaga diri dan menyalurkan enerjimu yang begitu tinggi

Ternyata setelah 3 bulan berlatih ada ujian yang harus diikuti

Syukur lah kau bisa melewati sehingga ban setengah kuning pun bisa dimiliki

 

Namun kemampuanmu membaca di awal Februari adalah yang paling kusukai

Mungkin untukmu memiliki blog sendiri itu terlalu dini

Meskipun sejak April blog itu membuatmu lancar menulis aku akan kembali mengevalusi

Itu lah sebabnya Desember lalu kau mulai kuajak menulis jurnal di buku diary

 

Bahagia, bahagia dan bahagia itu yang selalu kurasa

Walaupun ada kalanya kita berdebat cukup lama

Bahkan seringkali ayahmu harus ikut bicara

Namun aku lebih menyukaimu tetap berani mengungkapkan pendapat daripada jera

 

Ingat lah nak, dunia ini hanya tempat singgah belaka

Singgahmu jangan dihabiskan dengan hal-hal tak berguna

Lakukanlah semua yang kau suka dan damba

Semua akan baik-baik saja selama kau tahu waktu dan tempatnya

 

Gadis kecil penghangat jiwa dan penyemangatku

Banyak kesalahan yang kulakukan selama lima tahun menjadi ibumu

Tak terhitung berapa kali aku menyesal karena kebodohanku

Namun pelukanmu dan belakangan kalimat “jangan khawatir, mama” selalu berhasil membuatku beranjak maju

 

Terimakasih sayang, engkau adalah kesempatan sekali seumur hidupku

Engkau juga menjadi pengingatku selalu

Bahwa Tuhan selama ini mendengar doa-doaku

Untuk itu aku akan melakukan segalanya agar amanah dalam menjaga dan menyiapkanmu

 

Kepergian kakekmu kemarin pagi membuatku mengabaikanmu

Namun kenanglah kesedihan ini hanya untuk kebaikanmu

Kudoakan semoga kelak kau menjadi insan yang lurus, sederhana, tenang dan tawadhu

Insya Allah, kau akan dilindungi dan diberkahi Allah swt selalu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s