Perkedel Jagung di Hari Kartini

Geli campur kasihan mendengar ceritanya si adik sepulang sekolah tadi. Dia sudah rajin latihan bercerita tentang R.A. Kartini sejak hari Minggu lalu, apalagi gurunya menjanjikan hadiah bagi yg bisa bercerita dengan baik, ternyata hari ini yaitu di hari kompetisi, 8 murid di kelasnya mengundurkan diri dengan alasan lupa setelah 2 peserta maju ke depan. Padahal tadinya semua bersemangat mengangkat tangan ketika diminta bercerita ke depan kelas.

Mendengar ceritanya lebih lanjut, bisa dimengerti mengapa sebagian besar peserta mundur. Rupanya dia mendapat giliran pertama dan temannya yg mendapat giliran kedua jadi terlihat tidak siap karena tampil setelahnya. Gurunya bolak-balik memberi umpan dgn pertanyaan kepada temannya itu agar bisa kembali mengingat cerita ketika lupa di depan kelas. Itu membuat nyali peserta lain menciut.

Akhirnya karena yg maju hanya 2 orang maka kompetisi bercerita dibatalkan dan diganti dengan mewarnai. Namun yg paling membuatnya sedih adalah teman-temannya yg biasanya bermain dengannya pada saat jam istirahat termasuk peserta kedua yg selama ini diakui sebagai sahabatnya tidak mau bermain bersamanya. Hanya satu orang yg masih mau bermain dengannya yaitu temannya yg selama ini jarang masuk sekolah.

Untung mamanya sudah menyiapkan perkedel jagung kesukaannya. Dengan bujukan dan penghargaan karena dia sudah rajin latihan dan berani tampil untuk bercerita, dia mau tersenyum lagi dan menikmati makan siangnya.

Tetap semangat ya sayang. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s