Liburan Bertiga ke Legoland, JHB

Hari pertama liburan, kami sengaja memilih penerbangan pertama menuju Singapura dari Jakarta agar nantinya dapat langsung melanjutkan perjalanan ke Johor Bahru dengan bis Transtar dari Changi airport. Setelah menukar uang di money changer kami segera menuju bis yang kebetulan sedang bersiap berangkat sesuai jadwal jam 10:30 pagi itu.

20151221_103820
Naik bis Transtar dari bandara Changi terminal 1

Bis berhenti di check point CIQ Woodland, Singapura untuk pemeriksaan paspor. Seharusnya kami bisa melanjutkan perjalanan dengan bis yang sama tanpa perlu bayar lagi ke check point CIQ Johor Bahru namun karena antrian cukup panjang di imigrasi, kami akhirnya ditinggal bis tersebut.

Informasi dari seseorang yang kebetulan sedang menunggu bis di sekitar situ, bisa Transtar selanjutnya akan tiba kurang lebih sejam lagi sesuai jadwal. Dia kebetulan bekerja di Changi dan menyarankan saya untuk naik bis SBS transit no 950 menuju Johor Bahru. Setelah mengucapkan terimakasih kami segera mengantri di antian yang lumayan panjang. Di belakang kami seorang laki-laki tua menyanyikan lagu “Rayuan Pulau Kelapa” dan dengan ramah menyapa kami. Dia tidak berhenti bicara tentang pengalamannya yang seringkali bepergian ke Indonesia di masa mudanya.

Saya membalas keramahannya namun tetap waspada apalagi si adik terlihat tidak nyaman diajak bicara terus oleh kakek yang seperti sedang mengenang-ngenang masa lalunya yang indah itu. Setelah mengantri kurang lebih 20 menitan kami pun naik bis dan masalah pun muncul. Sopir bis hanya menerima uang pas sementara saya tidak memilikinya karena pecahan uang dolar singapura (SGD) dan ringgit malaysia (RM) yang saya dapatkan dari money changer termasuk pecahan uang besar meskipun bis bisa menerima kedua mata uang tersebut tapi sopir tidak bisa memberikan kembalian.

Kami sudah hampir turun lagi untuk menukar uang di mini market dan mengantri bis berikutnya ketika seorang penumpang laki-laki mengacungkan lembaran uangnya untuk kami dan mengatakan saya bisa mengembalikannya nanti. Saya berterimakasih sekali kepadanya dan segera memberikan uang lembaran 50 dolar singapura dan 50 ringgit malaysia yang ditolak oleh sopir bis. Bapak tersebut tertawa dan bebicara dengan istrinya lalu dia mengatakan uangnya tidak perlu diganti tapi silahkan diberikan kepada mereka yang memerlukan. Subhanallah.

Kebetulan anak-anak mendapat tempat duduk. Saya berdiri di sisi luar kursi mereka dan sepasang suami istri tersebut tepat di belakang saya. Mereka sangat ramah dan baik hati karena memberi banyak informasi termasuk mengingatkan saya agar tidak menunjukan lembaran uang di depan umum. Rupanya mereka memperhatikan saya ketika saya menunjukan semua uang saya dari money changer yang memang besar semua ke sopir bis yang mulai tidak sabar ketika saya mencari-cari pecahan kecil dari hasil penukaran uang.

Saya memang tidak menyangka ongkos bis SBS transit tersebut hanya SGD 1,40 untuk dewasa dan SGD 0,85 utk anak-anak karena sebelumnya kami membayar tiket bis Transtar dikenakan SGD 10 untuk dewasa dan SGD 5 untuk anak-anak sehingga saya merasa tidak perlu menukar uang terlebih dahulu karena pasti ada kembalian jika membayar dengan pecahan SGD 50. Ternyata, penumpang transportasi di sana sebagian besar membayar tiket dengan menggunakan kartu. Seandainya ingin membayar tunai, penumpang harus memberi uang pas atau merelakan uang kembaliannya karena memang tidak disediakan. Caranya, begitu memasuki bisa langsung memasukan uang tiketnya ke tempat uang pembayaran yang terbuat dari kaca sehingga sopir di samping tempat pembayaran tersebut dapat melihat jelas berapa nominal yang dimasukan.

Setiba di CIQ Johor Bahru, kami berpisah antrian untuk pemeriksaan paspor dengan sepasang suami istri ramah tersebut. Di luar dugaan setelah sekian lama menunggu, tiba-tiba suaminya menghampiri kami bertiga dan mengajak ke tempat antrian mereka yang tidak panjang. Setelah melewati pemeriksaan paspor pun, mereka masih membantu kami dengan mengantarkan kami ke tempat taksi di luar gedung CIQ Johor Bahru.

Bayangkan saja, dari tempat pemeriksaan paspor di lantai 5, kami harus menyeberang gedung di lantai 3 lalu turun ke lantai 1 untuk keluar dari gedung dan menuju tempat pemberhentian taksi yang akan mengantar kami ke hotel Legoland. Mereka berdua dengan sabar tetap menemani kami.

1454720563696
Pasangan ramah dan baik hati yang menolong kami.

Suaminya bahkan ikut membantu saya membawa koper besar sementara istrinya mengajak saya dan anak-anak mengobrol. Dari obrolan kami itu, saya baru tahu kalau mereka warga negara Singapura dan sedang berjalan-jalan untuk berburu makanan enak di Johor Bahru. Keren ya mereka, mau makan saja harus ke luar negeri. Sepintas mereka seperti pasangan pengantin baru karena terlihat mesra dan menikmati kehidupan, ternyata dugaan saya salah karena anaknya yang paling besar sudah kuliah dan sedang mengikuti wajib militer.

Kami berpisah di tempat pemberhentian taksi itu, setelah saya dan anak-anak berkali-kali mengucapkan terimakasih atas kebaikan hati mereka. Alhamdulillah, sungguh buat kami bertemu mereka itu seperti mendapat rezeki dan perlindungan Allah swt.

Legoland Theme Park

Setiba di hotel, resepsionis memberitahu bahwa kamar baru siap jam 16:00 sore. Setelah menitipkan barang di concierge kami langsung menuju Legoland Theme Park. Kami makan siang di salah satu cafe di dalam area Legoland sebelum berkeliling area bermain yang luas itu. Setelah berjalan kaki memutari area dua kali, rupanya anak-anak mulai kelelahan dan sengatan sinar matahari yang luar biasa garang siang itu membuat mereka ingin segera kembali ke kamar. Kami pun kembali ke hotel setelah mencoba beberapa permainan dan menonton salah satu petunjukan di sana.

SAMSUNG CAMERA PICTURES
Tiba di hotel Legoland, JHB

 

 

 

 

 

 

 

 

1454288380903
Di dalam lift menuju kamar.

Begitu memasuki kamar hotel mereka langsung melompat ke tempat tidur lalu bergegas mencari harta karun dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di selembar kertas yang disediakan hotel. Jawaban dari beberapa pertanyaan tersebut nantinya berupa bilangan yang akan digunakan untuk membuka kunci gembok peti harta karun di pojok kamar. Mereka terlihat antusias sekali dan kegirangan ketika bisa membuka peti tersebut.

Kolam renang hotel terdapat di lantai yang sama dengan kamar kami namun mereka berdua sedang tidak ingin berenang karena ingin menyimpan tenaga untuk keesokan harinya. Baru kali itu, saya lihat dua gadis penggila air ini tidak mau berenang padahal kolam renang di depan mata.

Saya sempat membeli KFC yang terletak dekat sekali dengan hotel untuk makan malam kami ketika mereka mandi. Mereka sangat menyukai nasi dari paket ayam & nasinya yang seperti nasi lemak. Senang sekali melihat mereka makan dengan lahap dan tiada hentinya berebut cerita tentang apa saja yang mereka lihat hari itu.

SAMSUNG CAMERA PICTURES
Makan malam dengan KFC

Malam itu mereka tidur dengan nyenyak selagi saya masih mengorganisir ulang barang-barang kami dan menyiapkan apa saja yang akan kami perlukan untuk ke Legoland Water Park. Sungguh hari itu hari yang cukup melelahkan tapi juga berkesan buat kami bertiga. 😍☺

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s