Tercapai juga Keinginan ke National Orchid Garden, Singapura

Hari keempat anak-anak sengaja saya biarkan tidur hingga siang. Kami meninggalkan hotel sekitar jam 10 pagi. Setelah check out dan diizinkan menitipkan barang-barang di concierge, kami memanggil taksi untuk pergi menuju Botanic Gardens. Ini sesuai dengan rencana kami sebelum kembali ke Jakarta karena National Orchid Garden berada di dalam kawasan kebun tersebut.

Sebagai pecinta tanaman anggrek, sebenarnya sayalah yang paling antusias pergi ke sana. Syukur anak-anak mau mengalah dengan membatalkan rencana ke Singapore Zoo di hari itu juga karena mengetahui waktu tidak cukup. Ada rasa bersalah di hati saya tapi setelah mereka meyakinkan saya tidak apa-apa bahkan menyemangati saya akhirnya saya merasa lebih ringan. Nantinya sewaktu melihat mereka menikmati juga, saya jadi merasa lega dan senang sekali. ☺

Pagi itu Singapura diguyur hujan. Dalam perjalanan saya berharap ada area tertutup di sana sehingga kami bisa menikmati keindahan tanaman-tanamannya tanpa kehujanan. Ternyata kami tetap saja harus berjalan kaki di area terbuka untuk menuju tempat-tempat yang beratap atau tidak terkena hujan.

Sembari menunggu hujan setiba di Botanic Gardens, kami melihat-lihat toko cindera mata di dekat meja informasi dan shaker room, yaitu ruang yang disediakan untuk memproses bibit tanaman berkualitas dengan proses digoyang.

Setelah hujan mereda kami berjalan kaki menuju National Orchid Garden. Sewaktu menuju ke sana, kami sempat mampir ke Heritage Museum yang memberi banyak informasi sejarah kebun-kebun botanikal tersebut dan Bandstand yaitu semacam gazebo yang sudah ada sejak tahun 1930 dan merupakan salah satu ikon Botanic Gardens.

Sungguh sejuk, indah dan rapi sekali pemandangan yang kami lihat sepanjang jalur kami berjalan kaki. Informasi kawasan berupa peta dan papan petunjuk cukup banyak sehingga mempermudah kami mencapai tujuan. Anak-anak gratis memasuki National Orchid Garden, hanya saya yang dikenakan biaya tiket sebesar SGD 10 untuk dewasa. Setiba di dalam kebun khusus tanaman anggrek tersebut, kami semakin terpesona! 😮

Luar biasa indah di sana, apalagi ketika kami memasuki taman koleksi anggrek VIP dimana terdapat tanaman-tanaman anggrek hasil persilangan dua jenis anggrek yang dinamakan dengan nama-nama tokoh dunia yang pernah berkunjung. Demikian juga perasaan kami ketika melihat koleksi anggrek langka di the mist house, cantik-cantik sekali. 😍

Dari Botanic Gardens kami kembali ke hotel sekitar pukul 5 sore. Setelah mengambil barang-barang yang kami titipkan, kami langsung menuju bandara Changi dan kembali ke Jakarta dengan menggunakan penerbangan terakhir pada hari itu.

Sewaktu menunggu pesawat di ruang tunggu, kami sempat menikmati mesin pijat yang disediakan cuma-cuma oleh bandara. Anak-anak sangat menikmatinya, demikian juga fasilitas bandara lainnya seperti bisa mengisi ulang baterai gadget dan mendapat wifi gratis sehingga kegiatan menunggu menjadi tidak begitu membosankan lagi buat kami.

Alhamdulillah, kami tetap bisa mengikuti rencana liburan yang kami buat dan revisi bersama hingga hari terakhir dan menikmatinya hingga tiba dengan selamat di tanah air. 😇

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s