Ulangtahun Ketujuhmu

Hati ini masih keruh penuh prasangka

Sejak beberapa hari yang lalu kecemasan melanda

Berulang kali dugaan itu kutepis jauh namun tetap kembali jua

Akhirnya aku hanya berserah pada Yang Maha Kuasa

 

Maafkan ibumu ini, anakku

Tidak seharusnya aku bersikap seperti ini padamu

Meskipun kusembunyikan di balik senyumanku

Aku tahu kau mulai merasakan kegundahanku

 

Mari lupakan ketidaknyamanan ini dan bersyukur atas usiamu yang bertambah

Bersama teman-teman sekelas dan guru-guru berdoa memohon berkah

Juga berbagi kebahagian bersama adik-adik di panti asuhan di dekat rumah

Sehingga hatimu senantiasa peka dan mampu berempati terhadap mereka yang lemah

 

Setahun ini banyak sekali pelajaran yang kudapat dari peran sebagai ibu

Pelajaran yang belum lulus juga hingga saat ini adalah bagian memarahimu

Meskipun marah diperlukan dalam mendidik namun aku tidak menyukainya dan belum menemukan cara lain untuk menggantikan itu

Marah hanya membuatku terluka juga sepertimu, kecewa pada diri sendiri, sedih dan tentu saja malu

 

Setiap kali meminta maaf padamu aku selalu berdoa agar engkau sungguh memaafkanku dan mampu menangkap makna pesanku yang sebenarnya

Berharap juga kau mengetahui bahwa kecerewetan dan teguranku itu untuk menjagamu dari hal-hal yang menyakitkan dan tiada berguna

Semoga kau merasakan bahwa perhatian dan cintaku kepadamu tidak pernah berkurang walau kau kerap membuatku merah telinga

Percayalah, memarahimu itu terpaksa kulakukan demi memotivasimu untuk memperbaiki kesalahan yang ada

 

Selamat ulang tahun ketujuh, gadis kecil buah hati kami

Aku bersyukur dan bangga atas kecakapan, kejujuran dan ketekunanmu menggapai prestasi selama ini

Demikian pula ketika menemukan berbagai kejutan, baik lucu maupun mengharukan darimu setiap hari

Semoga sepanjang usiamu, kau selalu sehat, beruntung, bahagia, penuh berkah, lurus hati dan juga mandiri…… 😇

 

*Mungkin suatu saat nanti kau akan geleng-geleng kepala mendengar peristiwa apa yang membuatku gundah-gulana jelang hari khususmu ini. ☺ Moga-moga di saat itu kau sudah memahami bahwa bagiku kau adalah karunia terindah yang diberikan-Nya melalui ayahmu sehingga kalian berdua adalah “kuilku” untuk beribadah kepada-Nya. 😍

 

1456216487825

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s