Pengalaman Menggunakan Jasa Travel ke Bandung

Sudah menjadwal liburan pengganti kedua ke Bromo di akhir pekan berikutnya, ternyata pekerjaan suami benar-benar menumpuk karena dinas luar lalu. Ditambah ada penugasan pelatihan untuknya di Bandung maka rencana kami pun batal. 🙂

Rupanya kekecewaan kami bisa dirasakannya juga sehingga kami bertiga dibujuk ke Bandung setelah pelatihannya selesai pada hari Jumat.

Kami menyusulnya pada hari Sabtu sepulang Bungsu dari sekolahnya dengan memakai jasa travel. Sepertinya ini yang pertama dan juga terakhir buat kami menggunakan jasa travel karena sungguh membosankan dan melelahkan akibat dari macetnya perjalanan menuju Bandung di akhir pekan. 😣

Setiba di Bandung, kami dijemput di pool mobil travel oleh suami dengan mobil sendiri dan langsung makan malam berempat di rumah makan Sunda “Sindang Reret”.

Baru kali ini kami makan di sini. Sangat direkomendasikan karena selain menunya enak-enak dengan tampilan menggugah selera dan suasananya segar menyenangkan, harganya juga relatif terjangkau. 😍

Malam itu, dengan perut kenyang kami tidur dengan nyenyak setelah kelelahan duduk selama 4 jam di ruang yang sangat terbatas di dalam bus mini travel. ☺

Paginya setelah sarapan secukupnya, kami mengawasi anak-anak gadis kami berenang dan bermain di sekitar kolam renang hotel.

Menjelang waktu makan siang, kami segera kembali ke kamar untuk merapikan koper dan bersiap untuk check out dari hotel.

Siang itu rencananya kami ingin makan di “The Peak”, Lembang. Sebenarnya makan di sana dianjurkan malam hari. Lokasinya yang berada di ketinggian dan suasana restonya yang bernuansa romantis membuat makan malam di sana menjadi pengalaman tersendiri.

Namun ternyata di siang hari pun di sana tak kalah cantiknya. Apalagi pengunjung siang itu tidak terlalu ramai sehingga kami bisa berkeliling melihat-lihat keunikan desain restoran tersebut.

Menu makanannya campuran antara western dan Sunda sehingga kami bisa mencoba beberapa menu dan saling berbagi. Harganya memang untuk saku menengah ke atas di sini. Salah satu menu dessert-nya adalah es durian yang menjadi incaran kami bersama setelah makan. 😅

Kami masih di sana cukup lama dan berfoto-foto sebelum pulang. Kali ini saya yang membawa mobil kembali ke Jakarta dan bisa menempuh perjalanan sekitar 3 jam menembus macet di jalan tol. Kami memang mengejar waktu agar bisa menonton film “Logan” di waktu tayang yang tidak terlalu malam di mal Pejaten Village. Alhamdulillah, meskipun tidak jadi ke Bromo, kami masih bisa “mengakali” akhir pekan untuk bisa bersama. 😍

Dokumentasi foto tersedia di : instagram.com/lintangcr

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s